Kulitinto.com – Presiden Prabowo Subianto akan memimpin Sidang Kabinet Paripurna bersama jajaran Kabinet Merah Putih di Istana Kepresidenan Jakarta, Senin (20/10/2025). Sidang ini digelar bertepatan dengan satu tahun pemerintahan Prabowo–Gibran, sekaligus menjadi ajang evaluasi kinerja para menteri dalam menjalankan program prioritas pemerintah.
Rencana sidang tersebut sebelumnya disampaikan oleh Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya. Ia menjelaskan bahwa Presiden Prabowo akan memaparkan capaian pemerintah selama setahun terakhir, termasuk program yang dinilai telah memberikan dampak langsung kepada masyarakat.
Menurut Teddy, penyelenggaraan sidang ini menjadi momentum untuk mengukur efektivitas kebijakan yang sudah berjalan. Selain itu, pemerintah ingin memastikan pembangunan tetap berada pada jalur yang sejalan dengan target jangka panjang. Ia menuturkan bahwa sejumlah program prioritas telah direalisasikan dan mulai dirasakan oleh berbagai lapisan masyarakat.
Pada kesempatan itu, Presiden Prabowo juga dijadwalkan memberikan arahan mengenai langkah lanjutan pemerintahan dalam beberapa bulan ke depan. Evaluasi kinerja kementerian disebut akan menjadi salah satu fokus sidang, terutama dalam memastikan agenda nasional berjalan lebih cepat dan tepat sasaran. Pemerintah menilai, sejumlah kebijakan masih perlu diperkuat agar hasilnya dapat semakin optimal.
Meski demikian, pemerintah menekankan pentingnya kesinambungan program agar manfaatnya dapat diperoleh secara merata di seluruh daerah. Dalam arahannya, Prabowo diharapkan menegaskan kembali komitmen untuk menyejahterakan masyarakat dan menjaga stabilitas nasional. Evaluasi terbuka antarkementerian juga diharapkan mendorong kolaborasi yang lebih solid di tubuh kabinet.
Sidang kabinet terakhir digelar pada Agustus 2025 setelah presiden memanggil ketua umum partai politik untuk merespons dinamika nasional pada saat itu. Kini, setelah setahun memimpin pemerintahan, sidang paripurna edisi Oktober 2025 menjadi momen konsolidasi lanjutan untuk memastikan seluruh kementerian bergerak searah dengan visi Presiden.
Selain capaian, sidang ini juga akan membahas tantangan yang harus dihadapi pemerintah dalam periode berikutnya. Percepatan reformasi birokrasi, penguatan perlindungan sosial, stabilitas ekonomi, serta upaya menjaga ketertiban nasional diperkirakan tetap menjadi prioritas utama. Pemerintah ingin memastikan bahwa setiap kebijakan memiliki tolok ukur keberhasilan yang jelas dan terukur.
Dengan pelaksanaan sidang ini, publik menanti arah kebijakan baru maupun penegasan program strategis yang akan berdampak pada kehidupan masyarakat. Evaluasi pada tahun pertama akan menjadi fondasi pemerintah untuk melanjutkan agenda pembangunan di tahun-tahun berikutnya, sehingga target besar pemerintahan dapat dicapai secara bertahap.






